eX3000 merupakan motor listrik buatan dalam negeri yang diproduksi oleh Alessa Motors Nusantara Pengunjung melihat-lihat motor listrik yang dipamerkan di Indocomtech 2022. Alessa Motor Nusantara berharap pemerintah Indonesia yang telah menargetkan Net Zero Emissions di tahun 2060 dapat mendukung industri otomotif berbasis listrik, khususnya MItsubishiXpander buatan Indonesia yang mendunia. Ekspor ADM paling besar masih dilakukan terhadap merek Toyota dengan model Town Ace/Lite Ace, Avanza, Rush, Raize, dan Wigo ke Afrika, Amerika Latin, Myanmar, Filipina, Lebanon, juga Jepang sebanyak 66.917 unit. Dengan kata lain, porsi ekspor mobil Daihatsu dari pabrik ADM sekitar 1,5 persen. Bacajuga: Hindari Beli Motor Custom dengan Kondisi Ini. Menurut Firman, konsolidasi data yang dilakukan di Samsat memiliki banyak manfaat, diantaranya meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak pemilik kendaraan bermotor di Indonesia. Firman pun telah berdiskusi dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang hasilnya diperlukan kemudahan Bisniscom, JAKARTA - Produksi kendaraan roda empat Thailand menjadi paling besar se-Asean, bahkan mendominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh (CBU) di Tanah Air. Sebaliknya, Indonesia merupakan pasar terbesar di kawasan, tetapi masih di bawah "Negeri Gajah Putih" dalam hal produksi dan ekspor mobil. Dikutipdari situs jual beli seva.id, motor pertama di Indonesia diproduksi oleh Hildebrand & Wolfmüller. Motor tersebut adalah milik John C. Potter yaitu seorang masinis pertama di Pabrik Gula Oemboel, Probolinggo, Jawa Timur. John memesan langsung motor tersebut melalui pabrik yang berada di Munchen, Jerman. Setelah satu tahun, akhirnya RO2B. Tidak banyak yang tahu jika Indonesia telah memproduksi motor listrik dalam jumlah yang cukup banyak. Penggunaan kendaraan bermotor listrik terus digalakkan untuk mencegah peningkatan emisi karbondioksida yang berbahaya. Selain ramah lingkungan, kelebihan kendaraan bermotor listrik yaitu hematnya penggunaan bahan bakar, perawatan yang mudah, dan tidak menimbulkan suara yang bising. Nah, adakah Sobat BFI disini yang ingin memiliki salah satu motor listrik buatan Indonesia ini? Berikut tim BFI Finance berikan informasi mengenai 11 motor listrik buatan Indonesia yang tidak kalah kualitasnya dengan produksi luar negeri. 11 Motor Listrik Buatan Indonesia 1. Gesits Motor listrik buatan Indonesia yang pertama yaitu bernama Gesits. Motor listrik Gesits telah dikembangkan sejak tahun 2018, dan baru-baru ini telah resmi dipasarkan secara luas. Secara fisik, motor listrik buatan Indonesia ini memiliki tampilan seperti Honda Vario tahun 2017 dengan garis bodi yang tegas dan sporty. Gesits tampil dengan tiga varian warna yaitu merah, hitam, dan putih. Untuk spesifikasinya, motor listrik Gesits menggunakan tenaga listrik dengan daya 5 Kw. Saat baterai terisi penuh, Gesits dapat menempuh jarak sekitar 50 km menggunakan baterai tunggal dan 100 km jika menggunakan baterai ganda. Pengisian daya listriknya pun tergolong singkat yaitu membutuhkan waktu 3 hingga 4 jam saja hingga terisi penuh. Harga jual motor listrik Gesits ini dibandrol mulai dari Rp 26 juta. Motor Listrik Indonesia Gesits. Image Source Kompas Otomotif 2. Viar Q1 Jika Gesits mengusung desain modern, motor listrik buatan Indonesia kali ini mengusung tema retro, yaitu Viar Q1. Motor listrik Viar Q1 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2017 dan hingga saat ini telah memiliki 2 generasi motor yang berbeda. Viar Q1 menggunakan baterai Lithium-Ion 60v 23 Ampere yang membutuhkan waktu 4 hingga 5 jam untuk pengisiannya hingga penuh. Jika baterai sudah terisi penuh, Viar Q1 mampu berpacu hingga jarak maksimal 60 km dengan kecepatan maksimal 60km/jam. Harga jual Viar Q1 dipasaran mulai dibandrol dari Rp 18 juta saja! Motor Listrik Indonesia Viar Q1. Image Source Kompas Otomotif 3. Quest Motors Atom Alpha Ini dia motor listrik buatan Indonesia yang didesain langsung dari mantan teknisi Tesla, Niko Questera! Yap, adalah Quest Motors Atom Alpha. Motor listrik ini pertama kali diperkenalkan pada event GIIAS tahun 2021. Konsep utama dari Atom Alpha ini adalah mengutamakan desain yang simpel dan fungsional. Quest Motors Atom Alpha memiliki tiga tipe yang berbeda yaitu LITE, PLAY, dan Pro. Tipe Lite adalah jenis Quest Motors Atom Alpha yang terendah dengan ukuran baterai 240 Wh dan dapat menempuh jarak maksimal 8 km untuk sekali pengisian baterai hingga penuh. Sementara, untuk jenis PLAY memiliki kapasitas baterai 480 Wh yang dapat menempuh jarak maksimal 16 km. Untuk tipe tertingginya yaitu Pro, tipe ini dilengkapi dengan kapasitas baterai 720 Wh yang dapat dikendarai hingga jarak maksimal 24 km untuk penggunaan baterai penuh. Lama pengisian baterai memakan waktu dari 2 hingga 3,5 jam saja. Harga yang ditawarkan oleh Quest Motors Atom Alpha ini mulai dari Rp 12 juta hingga Rp 16,9 juta. Tertarik untuk memilikinya satu saja? Motor Listrik Indonesia Quest Motors Atom Alpha. Image Source GridOto 4. United Motor T1800 Desain United Motor T1800 mengingatkan kita pada Yamaha NMax dengan desain yang sporty, lekukan tegas, dan elegan. Tidak hanya menawarkan warna hitam, motor listrik United Motor T1800 ini hadir dalam 6 varian warna lainnya. Motor listrik ini dapat dioperasikan dengan 4 mode kecepatan yaitu speed 1 dengan kecepatan 50 km/jam, speed 2 kecepatan 60 km/jam, speed 3 kecepatan 65 km/jam, dan turbo dengan laju kecepatan 70 km/jam. Tampilan dashboardnya pun tidak kalah cantik yaitu sudah dilengkapi dengan teknologi LED. Satu lagi fitur yang dapat diandalkan dari motor listrik buatan Indonesia ini adalah penyediaan bagasinya yang luas yang cukup untuk menyimpan baterai cadangan. United Motor T1800 sudah menggunakan charger dengan daya 15 ampere, sehingga pengisian baterai akan lebih cepat. Satu unit United Motor T1800 dijual dengan harga mulai dari Rp Motor Listrik Indonesia United Motor T1800. Image Source Kompas Otomotif 5. Selis Eagle Prix Selis Eagle Prix memiliki desain seperti skuter eropa yang ramping dan sederhana. Satu hal yang mencolok dari desain Selis Eagle Prix adalah letak bagasinya yang berada di bagian luar belakang motor membentuk seperti box. Hampir sama seperti spesifikasi motor listrik lainnya, Selis Eagle Prix sudah dilengkapi dengan lampu LED pada bagian dashboard, lampu depan dan belakang. Motor listrik ini didukung oleh baterai dengan kapasitas 48 Volt 20 Ah yang membutuhkan 7 jam hingga baterai terisi penuh. Jika baterai sudah terisi penuh, Selis Eagle Prix mampu melaju hingga kecepatan maksimal 40 km/jam. Dengan spesifikasi tersebut, harga jual Selis Eagle Prix dipasaran berkisar dari Rp cukup terjangkau dibandingkan kompetitornya. Motor Listrik Indonesia Selis Eagle Prix. Image Source SELIS 6. Elders Elettrico Tidak hanya memiliki desain yang sporty dan futuristik, motor listrik buatan Indonesia juga ada yang khusus didesain menyerupai vespa. Yap, inilah Elders Elettrico. Elders Elettrico mengajak pelanggannya untuk bernostalgia dengan desain vintage vespanya, namun tentunya dengan tetap mengedepankan spesifikasinya yang canggih. Motor listrik ini didukung dengan kapasitas daya baterai 52V 24 Ah yang mampu melaju dengan kecepatan maksimal 55 km/jam. Untuk dapat mengisi daya baterai hingga terisi penuh, motor listrik ini membutuhkan waktu hingga 6 jam. Pilihan warna yang disediakan juga beragam lho, Sobat BFI. Jika Anda termasuk kedalam vespa holic, tentunya Elders Elettrico sangat cocok untuk Anda jadikan sebagai kendaraan alternatif. Harga jual motor listrik ini mulai dari Rp Motor Listrik Indonesia Elders Elettrico. Image Source JPNN Baca Juga Mobil Listrik Buatan Indonesia 7. Elvindo Elvindo atau Electric Vehicle Indonesia adalah motor listrik buatan Indonesia yang memiliki lokasi perakitan di Cikup, Tangerang, Banten. Elvindo Rama menamai tipe-tipe produknya menggunakan penamaan khas Indonesia seperti Wira, Arjuna, Rama, dan Shinta. Desain Elvindo Rama dan Arjuna dapat dibilang cukup mudah dikenali dengan bentuk bagian depannya yang membentuk persegi panjang. Untuk jenis Elvindo Shinta, didesain lebih feminim menyerupai skuter honda scoopy. Kecepatan maksimal untuk jenis Elvindo Rama, Shinta, dan Arjuna dapat dikendarai dengan kecepatan 60km/jam. Sementara, untuk jenis Elvindo Wira, mampu melaju dengan kecepatan maksimal 35 km/jam. Harga jualnya pun cukup terjangkau jika dibandingkan dengan kompetitornya yaitu Rp untuk tipe tertingginya. Motor Listrik Indonesia Elvindo. Image Source Kompas Otomotif 8. Honda PCX Electric Meskipun dibawah naungan Honda yang notabene produk asli Jepang, namun dalam versi Honda PCX Electrix ini, Honda merancang spesifikasi khusus untuk pasar Indonesia. Perbedaannya terletak pada jenis colokan charger yang disesuaikan dengan jenis yang ada di Indonesia dan label peringatannya. Honda PCX Electrix ini adalah jenis motor listrik yang pertama kali dipasarkan dari Honda di Indonesia. Diperkenalkan pada tahun 2019, tetapi hingga kini motor listrik ini belum dipasarkan secara umum untuk masyarakat Indonesia, melainkan hanya bisa untuk disewa oleh perusahaan atau instansi. Berbicara tentang Honda, tentunya spesifikasinya tidak perlu diragukan lagi. Dengan desain yang mewah dan sporty, motor listrik ini dapat menjadi pesaing utama bagi para pelaku usaha motor listrik di Indonesia ini. Untuk spesifikasinya yaitu didukung dengan baterai kapasitas V Ah yang mampu berkendara hingga kecepatan maksimal 65 km/jam dan jarak maksimal 69 km ketika baterai terisi penuh. Untuk harga sewanya, mulai dari Rp 2 juta saja. Motor Listrik Indonesia Honda PCX Electric. Image Source Astramotor 9. Rakata Dibanding dengan kompetitornya, perusahaan motor listrik Rakata hadir lebih dulu memperkenalkaan produknya sejak tahun 2010. Motor listrik buatan Indonesia ini memiliki pabrik rakitan di Tangerang, Banten dan berkantor pusat di Jakarta Selatan. Motor listrik Rakata memiliki 4 jenis produk yang berbeda yaitu NX8, NX3, X5, dan S9, dengan Rakata NX8 menjadi tipe dengan spesifikasi tertingginya. Spesifikasi motor listrik Rakata hampir sama dengan kompetitor pada umumnya. Pada Rakata X5 misalnya, dilengkapi dengan baterai kapasitas 60V 20 Ah yang mampu melaju hingga kecepatan maksimal 65 km/jam. Jenis ini juga memiliki fitur mode parkir yang berfungsi agar motor tidak dapat digas dalam posisi kontak on. Harga jual motor listrik Rakata ini dibandrol mulai dari Rp untuk area Jabodetabek. Motor Listrik Indonesia Rakata. Image Source Motorplus 10. BF Goodrich Selanjutnya, ada motor listrik buatan Indonesia yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Adalah BF Goodrich yang tidak hanya menjual motor listrik beroda dua, tetapi juga beroda tiga. Varian yang ditawarkannya pun cuku beragam, BF Goodrich berani menjual 10 jenis produk motor listrik yang berbeda. Untuk tipe produk yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari yaitu tipe BF G2, BF Q7, BF Small S, dan BF CG. Keunggulan yang ditawarkan oleh motor listrik BF Goodrich ini adalah penggunaan watt yang rendah tidak sampai 300 watt dan harga yang murah. Dari keempat tipe motor listrik tadi, harga jual yang paling rendah yaitu Rp dan tertingginya di ada di harga Rp Motor Listrik Indonesia BF Goodrich. Image Source Motorplus 11. Nusa Khatulistiwa Motor listrik buatan Indonesia yang terakhir yaitu Nusa Khatulistiwa atau Nusa_K. Motor listrik ini berbeda dengan jenis motor listrik lainnya karena menawarkan spesifikasi khusus yaitu tipe motor sport. Sehingga, dari desainnya saja memiliki desain yang besar dan maskulin. Motor listrik Nusa Khatulistiwa dikembangkan sejak tahun 2020 oleh dua pemuda kreatif Indonesia yaitu Domex Mandey dan Tomi Gunawan. Nusa Khatulistiwa varian Basic didukung oleh baterai Lihtium Ion Cell dengan kapasitas 10 KwH dan dipercaya mampu melaju hingga jarak 180 km untuk sekali pengisian baterai penuh. Tidak tanggung-tanggung, harga jual Nusa Khatulistiwa varian Basic berada di angka Rp 140 Juta! Sementara, untuk varian TooFast dihargai mulai dari Rp 180 juta. Motor Listrik Indonesia Nusa Khatulistiwa. Image Source Kompas Otomotif Nah, itulah informasi mengenai kesebelas motor listrik buatan Indonesia yang patut kita apresiasi dalam proses produksinya. Sebagai masyarakat Indonesia, peran kita adalah tetap mendukungnya secara positif ya, Sobat BFI. Lebih baik lagi jika Anda dapat menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari Anda. Semoga kedepannya, produksi motor listrik buatan Indonesia ini dapat bersaing di kancah global. Berbicara mengenai produk motor, BFI Finance selaku salah satu perusahaan pembiayaan terpercaya dan tertua di Indonesia, memiliki produk pembiayaan kendaraan bermotor khususnya untuk roda dua dan roda empat. Melalui pembiayaan kendaraan bermotor di BFI Finance, Anda dapat memanfaatkan dana pembiayaan tersebut untuk keperluan tambahan modal usaha, biaya renovasi rumah, biaya pendidikan hingga persiapan dana darurat. Anda cukup menjaminkan BPKB Motor atau BPKB Mobil, kemudian Anda berkesempatan untuk mendapatkan pembiayaan dengan suku bunga yang rendah dan plafond yang beragam. Hingga kini, BFI Finance telah membantu untuk memenuhi kebutuhan finansial ribuan pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi, jika Anda memiliki rencana untuk mengajukan pembiayaan, percayakan saja kepada BFI Finance! Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah BFI Finance, Solusi Segala Kebutuhan Finansial Anda! - Tahukah Anda jika industri otomotif Indonesia sebenarnya sudah mengalami perkembangan pesat? Yap, di industri roda dua, kini Indonesia mulai memiliki startup dan pabrikan motor mandiri. Motor buatan Indonesia juga sebenarnya sudah banyak dipasarkan, namun memang belum banyak diberitakan media mainstream hingga sejauh ini. Pertanyaan selanjutnya, apakah Anda tahu apa saja motor buatan Indonesia yang merupakan produk asli putra-putri bangsa Indonesia? Jika belum tahu, berikut akan kami sampaikan beberapa brand motor yang merupakan produk asli Indonesia. Viar Cross X 150. Gesits Motor ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Garasindo dengan Institut Teknologi Surabaya yang berupa motor listrik. Dengan kualitas yang cukup baik, produknya mulai dipasarkan secara nasional di beberapa kota besar di Indonesia. Baca Juga Detik-detik Mengerikan Mobil Tabrak Pemotor sampai Tewas di Jaktim, Berawal dari Cekcok 2. SOIB Mungkin untuk penggemar motor dengan taste Eropa akan mengetahui benar cerita dari brand ini. SOIB sudah ada sejak tahun 2008, dan hingga kini masih memproduksi motor dengan gaya street racer dan cafe racer. Kapasitas mesin yang besar dan desain yang dianggap estetik jadi daya tarik utamanya. 3. Gazgas Brand ini lebih fokus pada produksi motor dengan jenis off-road atau motor trail. Bermarkas di Pasuruan, Gazgaz sudah lahir sejak tahun 2014 silam. Salah satu produk andalannya adalah Gazgas dengan seri GXE 450 Supermoto Edition yang keren dan siap diajak berpetualang. Baca Juga Aksi Kejar-kejaran Warga Selaawi Garut dengan Pencuri Motor Mirip Film Action 4. Happy JAKARTA – Kementerian Perhubungan Kemenhub menyebut Indonesia masuk kedalam tiga besar negara dengan jumlah kepemilikan sepeda motor terbanyak setelah Amerika Serikat AS di posisi pertama dan Turki di peringkat kedua.“Kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia saat ini cukup tinggi sekali. Bahkan, kita masuk 3 negara dengan kepemilikan sepeda motor terbesar di dunia,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam webinar Indonesia Youth Road Safety Warriors, Selasa 21/9/2021.Dia menuturkan, sebanyak 80 persen kendaraan di Indonesia didominasi oleh sepeda motor, dengan 14 persen di antaranya ada di itu kemudian berdampak terhadap kemacetan di jalan, penggunaan bahan bakar yang tinggi, serta angka kecelakaan dan fatalitas yang tinggi pula. “Sampai dengan September 2020, data yang kami dapatkan dari Korlantas Polri yang meninggal dunia karena kecelakaan ada orang. Angka itu cukup tinggi dengan rata-rata tiap bulan itu yang meninggal,” begitu, dia mengakui bahwa pertumbuhan sepeda motor tidak terkendali karena mudahnya kepemilikan dan pembelian unitnya. Oleh karenanya, Kemenhub kini terus berupaya memitigasi kejadian kecelakaan dan meningkatkan aspek menyebut, salah satu yang dilakukan pemerintah saat ini adalah meningkatkan sarana transportasi ramah lingkungan yang diharapkan secara bertahap dapat mengganti budaya masyarakat agar lebih memperhatikan masalah keselamatan dan lingkungan.“Saya melihat ke depan transportasi yang harus kita dorong dan bangun betul adalah transportasi yang berbasis angkutan umum/massal dan green transportation. Contohnya, penggunaan sepeda, sepeda listrik, dan pejalan kaki,” ucap itu saja, pihaknya juga terus mengembangkan program pengadaan bus dengan skema Buy The Service BTS, yaitu kendaraan bus yang dibiayai pemerintah. Program itu telah hadir di lima kota besar pada tahun lalu, yakni Solo, Palembang, Yogyakarta, Medan, dan Denpasar.“Pada tahun ini kami rencanakan ada lima kota lagi yang bakal menyusul, yaitu Bandung, Surabaya, Makassar, Banyumas, dan Banjarmasin. Kami harapkan kehadiran program ini bisa mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan bermotornya untuk ke angkutan umum yang ada,” menilai, aspek keselamatan berkendara harus terus digalakkan. Sebab, meskipun saat ini jumlah korban meninggal dunia banyak akibat pandemi Covid-19, yaitu sekitar orang, namun suatu saat pandemi akan berakhir.“Kecelakaan lalu lintas kan bisa terjadi setiap tahun. Artinya dengan kondisi keselamatan yang kurang baik saat ini harusnya kita menyadari, baik pemerintah maupun masyarakat bagaimana kita mencegahnya,” jelasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia AISI mengumumkan data penjualan motor baru di Indonesia periode November 2021. Menurut data yang dikompilasi AutoFun Indonesia, perdagangan kendaraan roda dua pada bulan ke-11 tahun ini mengalami peningkatan. Penjualan motor meningkat dibandingkan tahun lalu Motor matic paling banyak dibeli Lebih dari 4,6 juta motor terjual tahun ini Penjualan motor tahun ini telah menenuhi target. Pada bulan Oktober, asosiasi mencatat penjualan motor secara domestik sebanyak unit. Kemudian sebulan setelahnya menjadi atau naik unit atau sekitar 4,24 persen. Baca Juga Penjualan Motor Baru Tahun Depan Disebut Akan Naik, Diprediksi Sampai 5,4 Juta Unit Sayangnya kinerja ekspor motor yang diproduksi di Indonesia ke mancangera mengalami penurunan 30,3 persen, dari unit menjadi unit. Ini mengulang tren yang sama pada periode September ke Oktober 2021, saat itu turun sekitar 4,7 persen. Pun bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penjualan domestik mengalami kenaikan hingga 95,5 persen. Pada November tahun kemarin ada motor baru terjual. Untuk ekspor justru juga turun 28,6 persen pada kurun waktu yang sama tahun lalu sempat mengapalkan unit motor. Sudah lebih dari 4,6 juta motor terjual tahun ini. Lebih dari 4,6 Juta Motor Terjual Tahun Ini Sementara itu selama periode Januari-November 2021, asosiasi mencatat penjualan yang fluktuatif, Februari ke Maret naik, namun setelahnya turun pada bulan Mei. Juni kembali meningkat, namun setelahnya turun lagi. Begitu seterusnya pada Agustus ke Oktober. Tapi secara garis besar setelah diakumulasi, penjualan selama 11 bulan pertama tahun ini membukukan 4,6 juta lebih motor baru terjual. Torehan ini lebih baik dari jangka waktu serupa tahun lalu yang hanya berhasil mengamankan penjualan 3,4 juta unit motor baru. Segmen motor matic mendominasi lebih dari 80 persen. Catatan ini sejatinya telah mencapai target penjualan yang semula dicanangkan AISI. Pada awal 2021, perserikatan beberapa produsen kendaraan roda dua di Indonesia itu menargetkan bisa mencapai penjualan 4,3 hingga 4,6 juta unit motor tahun ini. Baca Juga Bukan Indonesia, Pabrik Royal Enfield Mulai Beroperasi di Thailand Hal tersebut bisa terwujud karena dukungan stimulus model-model baru yang dikenalkan sejak akhir 2020 hingga medio 2021, kemudian pengendalian pandemi yang membuat masyarakat lebih percaya diri dapat beraktivitas kembali. Melihat tren ini Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala optimis, penjualan secara nasional bisa tembus sedikitnya 5 juta unit. "Sejalan dengan terkendalinya Covid-19, pasar pun membaik, secara keseluruhan tahun ini kami perkirakan pasar motor mencapai 5 juta unit," katanya. Penjualan motor tahun depan diprediksi melonjak paling besar 8 persen dari tahun ini. Lalu seperti pada bulan-bulan sebelumnya, kontribusi penjualan terbesar masih dipegang oleh segmen motor matic atau skuter sebanyak 87,5 persen. Kemudian disusul segmen underbone termasuk di dalamnya motor bebek sebesar 6,3 persen, serta motor sport sebesar 6,1 persen. Lanjut ke kinerja ekspor pada periode yang sama, totalnya mencapai unit. Capaian tersebut juga lebih baik bila dibandingkan Januari hingga November 2020 yang mengirim motor ke negara tujuan ekspor. Kinerja ekspor roda dua juga lebih baik dibandingkan tahun lalu. Kontribusinya juga sama, segmen skuter merupakan kontributor utama sebesar 70,4 persen, kemudian segmen sport 17,3 persen. Lalu paling buncit ada ragam produk motor underbone buatan Indonesia yang ternyata juga laris manis di negeri orang. "Kami harapkan ekspor tahun ini bisa menyamai angka ekspor 2019 sebelum pandemi, yaitu di angka sekitar 800 ribu unit. Tentu ini akan memperkuat kontribusi industri sepeda motor ke devisa negara," pungkasnya. AISI dijelaskan Sigit kemudian memprediksi, penjualan motor tahun depan bisa lebih baik lagi. Ada pertumbuhan 2 sampai 8 persen menjadi 5,1 atau 5,4 juta unit. "Ini akan memberikan multiplier effect yang positif buat industri terkait," tuntasnya. Baca Juga Kabar Baik, Penjualan Motor Naik Selama Agustus 2021, Ekspor Juga Melejit! Jakarta - Sepeda motor memang menjadi sarana transportasi yang paling menjanjikan. Tidak hanya terbilang murah, mudahnya mobilitas juga menjadi satu alasan mengapa motor menjadi begitu populer. Indonesia menjadi negara ke-3 dengan populasi motor terbanyak di Asia. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, dalam diskusi 'Mudik selamat, Meredam Petaka Jalan Raya', yang digelar Independent Bikers Club, bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan, Astra Honda Motor, dan Road Safety Association."Di 2010 terdapat sekitar 455 juta sepeda motor digunakan di seluruh dunia, atau sekitar 69 sepeda motor per penduduk. Sedangkan mobil hanya terdapat sekitar 782 juta mobil di dunia atau sekitar 118 per penduduk," kata Bambang. "Data statis menunjukkan bahwa periode 2002-2010, laju pertumbuhan sepeda motor mencapai 10,8 persen atau 3 kali lipat dibandingkan dengan laju pertumbuhan mobil yang mencapai 3,6 persen. Jadi yang menarik adalah laju pertumbuhannya, dimana motor sangat berkembang didunia," ujar berhenti sampai disitu, lanjut Bambang. Dan pengendara motor paling banyak terdapat di wilayah Asia."Sekitar 79 persen sepeda motor berada di Asia. Di kawasan Asia pada tahun 2010, China Tiongkok-Red memiliki paling banyak sepeda motor yaitu 110 juta, diikuti India mencapai 82 juta, Indonesia 60 juta dan Vietnam mencapai 31 juta. Berdasarkan WHO pada 2013 kemarin," dirinya pun memperkirakan tidak menutup kemungkinan saat ini pertumbuhan motor akan terus berkembang.'Dan jika dilihat dari proporsi sepeda motor terhadap kendaraan termasuk mobil penumpang, truk dan lain-lain-Red. Ada 10 negara Asia yang memiliki proporsi motor terbesar di 2010. Di antaranya Vietnam mencapai 96 persen, Kamboja 63 persen, dan Indonesia mencapai 83 persen," tambah Bambang. lth/ddn

motor yang banyak mendominasi kendaraan di indonesia adalah buatan